Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

1 Mei 2012

Teh Daun Jati Cina

Begini ceritanya..
Pada suatu hari daku ditunjukkan sebuah bungkusan berisi daun kering berwarna kuning kehijauan. My MIL said that thing bisa bikin langsing. Whewww, kuping caplang ini langsung tegak dan mendengarkan setiap detil kata-kata tentang "benda" tersebut. Waktu itu daku baru aja memulai dengan serius untuk berdiet low carbo, denger apa aja yang katanya bisa membantu untuk kurus, kontan jadi tertarik. Eheeheh..

MIL bilang ada saudara sepupu my dear husband juga minum dan perutnya sudah lumayan kempes. Wooooo, makin interest kan.. Tapi, tunggu..!! Di jaman serba internet ini semua harus dicari fakta kebenarannya, baru boleh percaya. Jadi merem melek nungguin nge-load halaman web yang menulis tentang "benda" tersebut, maklum jaringan lemot abis di daerah rumah mertua. Untung daku orangnya sabar, muahaha.. Terpaksa sabar itu mah, namanya yak.

So, kesimpulan dari internet memang menyatakan bahwa "benda" tersebut memang bisa digunakan untuk membantu melangsingkan badan. Ok, sebelum balik ke Samarinda, daku beli lah sebungkus. Eniwei, ribet amat ya cerita tentang sesuatu yang ga jelas gini.. Hasrat hati pengen bikin dikau penasaran, apa daya yang terjadi adalah daku pusing sendiri jadinya, huhu..

Nah, inilah "benda" yang dimaksud...

Gambar dari Google

Inilah penampakan Teh Daun Jati Cina yang umum dijual di pasaran. Sudah dikeringkan, tinggal diseduh pake air panas, disaring dan minum air saringannya. Tunggu dingin dulu ya, panas-panas mau bikin bibir jontor ya silahkan kalo mau.. 

Rasanya ga terlalu aneh, kok.. Tawar (karena ga boleh pake gula) getir samar-samar dan ada aroma teh yang khas.. Buat yang biasa minum jamu, kaya daku ini, rasanya "biasa" aja.. Cukup setengah cangkir sekali sehari.. 

Efeknya beneran melangsingkan ga?? Seminggu mengkonsumsi Teh Daun Jati Cina ini, seingatku ga ada perubahan berarti di berat badan. Tapi, efek yang muncul justru sangat mengganggu. Sakit perut alias mules yang luar biasa setiap mau po*p. Duhai, perut rasanya kaya di remes-remes, diaduk-aduk, ga keruan pokoknya. Mules sudah langsung muncul di hari pertama daku minum tehnya. Well, katanya itu adalah proses untuk penyesuaian dan detoksifikasi, makanya daku tetap minum selama beberapa hari kemudian. 

Pernah satu hari, daku share tehnya sama suami. Akibatnya terjadilah tragedi pagi buta yang sukses bikin daku trauma.. Kami berdua terbangun bersamaan sekitar jam 3 pagi dan langsung mendapatkan serangan mules yang luar biasa, rasanya mirip sama kontraksi bersalin pas pembukaan awal (belum pernah ngerasain bukaan 4 keatas soalnya, hehe..) Alhamdulilllah ada dua toilet di rumah, jadinya langsung menuju "kamar" masing-masing, wkwkwkwk..

Tapi, saking mulesnya waktu itu daku sampe keringat dingin dan rasa dinginnya menjalar ke ujung jari-jari tangan, betis dan wajah. Kalo ngaca pasti udah terlihat pucat tuh.. Tapi, ga ada hasrat mau ngaca ya, wong udah semaput gitu.. Masuk kembali ke kamar sambil gemetaran dan mual, rasa hampir pingsan.. Daku paling takut sama sensasi menjelang pingsan, takut ga bisa tersadar lagi, huhu.. Abis itu langsung luluran sama minyak kayu putih dan lamaaaaaa sekali baru bisa tidur lagi...

Kapok eike minum teh itu lagi.. Kurusnya ga, bikin sakit iya.. Errrrrr, salah daku juga ga teliti baca informasinya, hehe, ternyata emang teh Daun Jati Cina bisa berfungsi sebagai pencahar untuk membersihkan bagian pencernaan. Pantesan! Tapi ya secara daku jarang alias hampir ga pernah bermasalah dengan proses pembuangan, jadi ga perlu pencahar gituan ah.. Tobat deh, mulesnya bikin mau nggampar orang...


Sejak itu memutuskan ga bakalan mau nyobain "benda-benda" yang meniupkan angin surga dan menjanjikan tubuh langsing. Balik ke prinsip menu makanan sehat aja, titik.


Okelah, segitu aja share tentang The Daun Jati Cina. Kalau dikau mau mencoba, sebaiknya bersiap lah dengan rasa mules dan p*op yang jadi lebih cair dari biasanya, awwww, annoying sekaleeee.. Kalo serangan mules dateng pas lagi di rumah, it's ok, tapi kalo lagi di tempat umum?? Toilet ga ada yang pake peredam suara loh, bahayaaa, memalukan diri dunia akherat, boooo...


Note :
Lagi membayangkan Marble Cheese Brownies... Oh, racuuunnnn..

27 April 2012

Soft Marble Cake

Inilah akibatnya kalo sering "bertamu" ke dapur tetangga.. Jadi kepengen, ngences-ngences.. Tidur ga nyenyak,  duduk ga tenang.. Asik melamunkan makanan dan kue-kue yang sudah terlanjur disaksikan oleh kedua indra penglihatan.. Lalu, mulailah setan dan malaikat sibuk menjalankan siasatnya masing-masing..

Setan merayu "Buat cepaaaaatttt!!! Rasanya pasti sedap..."
Malaikat membujuk "Jangan Anna, liat aja sudah cukup.. Ingat diet, ok..??"
Setan masih berusaha "Bikin separo resep aja, makan seiris, selebihnya kasi tetangga. Beresss..."
Malaikat berkata "Sudahlah, minum air putih aja kan sama kenyangnya. "
Setan belum menyerah "Look at the cake.. Loooooookkkkk..."

Huh... I surrender myself, finally..

Inilah hasilnya...
Bakar pake Happycall sajah, lagi males ngebongkar oven.. Rasanya enak walopun terasa sedikit padat, teksturnya jadi mirip sama brownies. Entah dimana salahnya, mungkin sebab tepung yang langsung diaduk bersama telur dan bahan-bahan lainnya, sebab biasanya kan tepung masuk terakhir setelah adonan cake sudah bagus mengembang (resepnya begitu, jadi eike manut sajah...) atau mungkin pengaruh pake Happycall yang memungkinkan cake lebih cepet matang sebelum sempat mengembangkan diri, atau mungkin pembawaan lahir, tangan yang keras kejung sampai buat yang simple aja masih juga gagal. I'm not sure...

Tapi tetep endang bambang gulindang, he he.. Puji sendiri, nunggu orang yang memuji sampai kiamat mungkin ga bakal ada... kihkihkih..

Bikinnya cuma setengah resep, itupun setengah mati menghabiskan. Untung ada Datuk Dinar datang ke rumah, katanya enak jadi sekalian daku bungkuskan buat beliau. Orang-orang di rumah ini memang ga terlalu suka cake "aneh-aneh", kalau sponge cake biasa cepat malah abisnya.. Daku pulak yang bosan sama si sponge cake yang 'terlalu biasa".. Ahaha... Itulah kenapa kalo daku liat cake dengan cara membuat dan bahan yang berbeda, hasrat pengen coba bikin langsung membara..

Ada yang mau mencoba bikin juga?? Sila lirik-lirik di sini yaaaa... Beliau buat nampak lembut (namanya aja Soft Marble kan???) jauh dari penampakan punya daku, hiks!!

Eitsss!! Sabar mak, nanti coba resep yang lain yak ...
Maka akan berulanglah adegan setan-malaikat lagi...
Haha...

24 April 2012

Kaskus

Kaskus, "The largest Indonesian Community". Itulah hasil pencarian pada Google saat kita mengetikkan kata kunci "kaskus". Merupakan sebuah forum yang diklaim terbesar di Indonesia berisi aneka hal mulai dari yang informatif sampai dengan yang profokatif. 

Buat daku sendiri, Kaskus memenuhi hasrat keingintahuan pribadi tentang sesuatu hal. Apalagi tentang topik yang sedang hangat di media, pasti akan muncul thread-nya. Tidak kalah menyenangkan untuk membaca komentar-komentar yang tampil menyuarakan pendapat para agan dan sista tentang thread tersebut. Kadang ada yang berkomentar dengan "smart" tapi ada juga yang "sotoy", bikin daku senyum-senyum sendiri..

Masih ingat soal perbedaan penentuan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri tahun lalu?? Nah, daku mendapatkan "pencerahan" dari kaskus. Berpuluh-puluh halaman di thread tersebut daku ikuti, membaca satu persatu komen yang muncul, mencoba memahami dari perdebatan yang tidak terhindarkan. Sampai akhirnya, "Oh, gitu ya.." sambil manggut-manggut dan berhenti menjadi hakim tak terpilih untuk menilai tentang apa yang sebenarnya tengah terjadi. Cukup memuaskan diri yang miskin papa akan ilmu agama ini..


Setiap kali daku tertarik akan suatu barang alias lagi pengen belanja online, saat itu juga daku akan mencari rujukan di Kaskus. Adakah member yang menjual barang tersebut dan seperti biasa membandingkan harga antara member satu dengan member yang lainnya. Hehe, namanya juga usaha... Kalo bisa dapet murah kenapa tidak??

Di Kaskus ada yang namanya FJB alias Forum Jual Beli, wadah khusus untuk yang pengen bertransaksi online. Biasanya akan ada rekomendasi dari member yang sudah pernah melakukan transaksi dengan si penjual. Kalau proses jual-belinya bagus maka biasanya akan ada sign "Recommended Seller" yang bisa membuat member yang lain feel secure untuk turut meramaikan "pasar". Tapi, kalau ada yang merasa tertipu oleh si penjual maka tentu saja akan ada "laporan langsung" yang mengakibatkan member penipu tersebut akan di-banned oleh Momod/Mimin (moderator di Kaskus). That's why, kenapa siapapun yang mau jualan di Kaskus harus jadi member dulu. Lebih mudah untuk diawasi, kira-kira begitu lah..

Beberapa kali daku dan suami belanja online dengan berdasarkan rujukan Kaskus, Alhamdulillah belum pernah tertipu. So, daku pun merekomendasikan Kaskus untuk siapapun yang mau belanja online. Inget, kalau ketemu thread yang sepi, ga ada komentar atau rekomendasi dari member lain sebaiknya hindari melakukan transaksi, setidaknya itu yang daku lakukan. Kalo mau juga ga papa sih, tapi resiko tanggung sendiri yak..

Terakhir daku beli ini...

Gambar dari Google

Sengaja beli buat olahraga, loncat-loncat sambil joget.. Abis kalo liat abg-abg yang main DDR di mal biasanya sampe teler kecapean, sampe sengaja bawa minuman gitu... Niat banget emang maennya..

Berhubung daku malu kalo maen di mal, takut dikira "ni emak-emak ngape kesurupan di mari seehh??"... Jadi daku ngerayu si Ayah buat beliin dan Alhamdulillah pas diizinkan beli pas kita dikasi harga promosi. Lumayan, lebih murah sekitar 30 ribu-an..

Inilah pelampiasan daku kalo abis makan enak, sebagai penebusan dosa, ceritanya... Satu jam maen biasanya keringat sudah mengucur deras, sippppp lah..


Oya,  selain FJB, daku kadang-kadang sering mangkal di "Lounge" dan "Berita & Politik" alias BP. Tapiii, lebih seringnya sih mantengin thread di DP alias "Disturbing Picture". Thread yang ada di sana, menurutku ampuh buat menghilangkan selera makan. Hoho..

I won't say longer, silahkan liat sendiri saja menu-menu di sana... Tapi buat yang lemah jantung atau penakut, sebaiknya jangan coba-coba tengok yaaaaa.. Gambar-gambar DP membuat daku lebih bijak berkendara sekarang, ahahah.. Takut mak, jadi kaya yang di foto-foto ituuuuuu... Hiiiii, Naudzubillah..

Selain media di internet, Kaskus juga punya stasiun radio, online tentu saja... Asik juga, sambil masak atau beberes sambil dengerin Kaskus Radio.. Berbahagialah daku punya kemudahan berinternet ria di rumah dimana kami menumpang ini... Dunia serasa tanpa batas..

Yayyyy!!!

4 April 2012

RM. Torani, Balikpapan

Foto dari sini
Sengaja mau share info rumah makan yang menyajikan menu enak di Balikpapan, ga jauh dari Bandara Sepinggan. Siapa tau ada yang lagi jalan-jalan ke Balikpapan, nah tempat ini wajib didatengin buat 'menjajal' aneka menu yang endang bambang gulindang, hehe...

Pertama kali makan di rumah makan Torani pas makan siang setelah ketinggalan pesawat ke Berau, di hari terakhir tahun 2011 kemaren. Baru pertama kali dan daku & suami langsung setuju bahwa ini termasuk kategori tempat makan yang bisa didatengin lagi, karena rasa menunya yang enak. Kami biasanya kalo abis makan di luaran, pulangnya ngebahas deh gimana prospeknya restoran tersebut, apakah layak atau engga untuk dijadiin alternatif saat pengen makan tapi emak Dinar lagi ga masak. Torani sukses masuk kategori "LAYAK"

Memang wajarlah kalo terkenal karena menunya emang mantep. Masih terbayang jelas, pedasnya Ayam Rica yang dipesan si Ayah... Sudahlah makannya pas siang-siang, panas menggantang, bikin peluh bercucuran... Sedapppp...


Restoran ini memang spesialis makanan seafood, tapi waktu itu kami ga nyobain menu ikan.. Menyesal memang... Tapi, one day kalo ada kesempatan ke Balikpapan lagi, mesti nyobain menu seafoodnya.. 

Foto dari sini

Buat yang mau coba, silahkan datang dan buktikan sendiri kelezatannya, yaaaa...
RM. TORANI
Jl. Jend. Sudirman No.73 Stall Kuda Balikpapan 

note :
Daku bukan PR, apalagi Owner Torani ^_^

26 Maret 2012

Baking lagiiiii...

Gara-gara ngiler liat pisang raja yang dibawa Bulek sayur, akhirnya beli tapi daku ga doyan kalo dimakan langsung gitu... Eh, blogwalking dan ketemu resep Kek Pisang Marble yang gampil ini di sini... Daku copas aja ya resepnya,

Bahan-bahan :
3 cawan tepung gandum
2 cawan pisang lecek/lenyek
1 1/4 cawan minyak masak
1 cawan gula pasir -daku 3/4 cup saja-
4 biji telur
1 1/2 sudu besar bicarbonate soda (yg 1/2 lagi tu sy guna baking powder) -ga suka efek soda jadi cuma pakai baking powder 1 sdm-
secubit garam


Cara Membuat :
Lenyek pisang masak dgn gelas plastik.(jgn di blend,nanti x nampak jalur2/urat2 pd kek = x cantik)
campurkan bicarbonate soda & lenyek lagi hingga pisang berbuih.(jika soda berketul,ayak dgn penapis teh trus kdlm pisang)
Blend telur & gula (guna blender cili je) hingga berbuih & gula hancur .pastu masukkan minyak & blend dlm 5 saat.lepastu campurkan bahan yg diblend td dgn pisang,gaul dgn senduk akhir sekali campurkan tepung sambil digaul sebati.jgn di blend.guna senduk saja.
Masukkan kedalam acuan yg telah disapu minyak @ majerin, serta telah dipanaskan terlebih dulu. bakar lh dlm suhu 180'c selama lebihkurang 40 mnt.
Yg dlm gambar ni,saya potong semasa masih suam,so x nmpak coraknya.jika dibiar betul2 sejuk @ beberapa jam,kek akn bertambah gelap dgn jalur2 pisang yg ketara....
selamat mencuba ! insyaallah x kantoi..


Note : untuk dijadikan marble, sy bahagikan adunan kepada 2 bahagian kemudian salah satu daripadanya saya masukkan 2 sudu besar serbuk koko (diayak ke dalam adunan). Kacau sebati kemudian masukkan dalam loyang 2 sudu besar secara berselang seli adunan putih dan koko...

Hehe, ngerti ga bahasanya??? Resepnya memang dalam bahasa Melayu karena yang punya blog emang orang Malaysia, beliau seorang guru di Sabah yang sepertinya asik orangnya... Hai Nani, selamat mengajar di sekolah yaaaa...

Sebelum dioven nih...


Sudah matang... Pake taburan kacang tanah yang diblender kasar dan parutan keju cheddar
Ngabisin stok :)

Maafkan foto yang mengenaskan itu ya, cuma pake kamera hp Nokiyem saja karena kamera andalan dibawa si Ayah ke site. Hiks...

Ga nyesel nyobain Kek Pisang Marble ini loh.. Walaupun marblenya masih belum seberapa cantik tapi hasilnya moist dan rasanya mantep, tep, tep... Dan ternyata, esok harinya cake ini jadi lebih enak.. Lebih moist lagiiiii... Haha, saya suka-saya suka...
Emak suka, Dinar juga suka... Tambah bersuka-hati lah daku... 
(banyak banget suka-nya, hihi...)

22 Maret 2012

RA One, The Review


It's Bollywood Time, yiiiihaaaa...
Ini film India yang baru daku liat setelah beberapa tahun lalu heboh Kuch Kuch Hota Hai.
Udah nonton belom?? Buat yang belom, ini film Hindustan yang lumayan bagus. Bahkan kalo mau dibandingkan sama film Indonesia, ya jauuuuuhhh laaaahhhh... hihi...
Bukannya ga cinta produk dalam negri loh ya, tapi ini murni penilaian seorang penonton. Paling bete kalo nonton film Indo yang semuanya mesti disampaikan lewat kata-kata dalam dialog atau monolog. Ga seperti style film Korea yang dengan hanya dengan mimik muka, musik dan penggambaran, penonton sudah bisa mengerti situasi yang sedang dialami si aktor/aktris.
Ga perlu nangis beringus-ingus sambil ngotot ngomong "Gw sedih, Gw kehilangan si Min banget..." cowonya Paimin meninggal kecelakaan, ceritanya... muahaha, ada gitu tokoh film namanya Paimin???
Kira-kira kapan ya sutradara Indo bisa berinovasi lebih cerdas dan meninggalkan adegan jadul yang semua  adegan melulu diungkapkan dengan bahasa tutur??? Daku menanti...

RA One, luar biasa menurutku dari segi special effect yang disajikan, soal cerita juga cukup 'mengejutkan' alurnya. Unpredictable. Jadi, betah nongkrongin sampe abis, karena penasaran sama jalan ceritanya. Ga bikin ngantuk kaya film HUGO yang udah ditonton minggu kemaren, lumayan seger juga liat SRK yang udah tuwir tapi tetep sixpack. Wuakaka... Si Ayah juga betah karena liat Kareena Kapoor yang tetep bening setelah sekian tahun, setelah Kabhi Kushi Kabhi Gham tahun 2001.  

Saking hebatnya special effect-nya sampai berasa terlalu berlebihan alias l.e.b.a.y... Tapi overall, lumayan bagus kok.. I won't tell about the story, jadi ga seru dong kalo daku yang ceritain, selain capek juga ngetiknya sih, muahaha... Jadi, buat yang belom nonton buruan nonton ya... promosi gratisan ini mah namanya hehe...


Love the OST RA One yang dinyanyikan sama Akon, Chammak Challo. Liat di Youtube proses rekamannya, wekekek, lumayan keriting juga lidahnya mas Akon mesti nyanyi bahasa India. Ngomong biasa belum tentu bagus pelafalannya, ini malah  dinyanyikan lagi... Two thumbs up pokoke dah...
So i would give 4 from 5 stars... (^_*)

Our Wedding

Our Adorable Princess