16 Februari 2012

La Tahzan


Alhamdulillah,....
Ingatkan aq agar selalu bersyukur untuk setiap Nikmat-Mu, Ya Rabb..
Tunjukkan padaku bahwa adalah tidak pantas mengeluh atas setiap ujian yang menghadang..
Sesungguhnya, setiap yang kami miliki, kami hadapi, bahkan setiap apa yang kami tidak punyai maka itulah 'porsi' terbaik menurutMu..
Engkau Sang Maha Bijaksana dan kami sering tidak memahami 'kebijakanMu'..
Akal yang terbatas ini, terlalu kerap berprasangka..
Padahal manis tidak selamanya sedap dan sebaliknya pahit bukanlah berarti tak patut dikecap..
Selalu ada hikmah mulia dibalik peristiwa..
Maka mohon sabarkan hati kami ketika musibah mendera, dan ingatkan kami saat Engkau hujani kami dengan ribuan kesenangan dunia..
Bahwa disaat seperti apapun, kami mempunyai 'kewajiban' sebagai UmatMu..
Bukan karena kami sedang membutuhkan pertolongan atau sedang dipandang orang..
Melainkan oleh rasa syukur yg tersaji pada segenap jiwa dan raga kepada Allah Sang Pencipta, Pemilik diri ini...


Tulisan di atas akoe upload di catatan facebook bertepatan dengan Hari Kasih Sayang alias Valentine's Day... Akoe ga merayakan dan ga menganggap 14 Februari adalah tanggal istimewa, juga ga mempermasalahkan kalo ada yang membuat hari tersebut menjadi spesial terutama bagi yang sedang dilanda cinta gejolak kawula muda, yang tuwir biasanya udah ga nganggep tuh... Ya ngga sih??

Malem-malem saat menjelang tidur berdua dengan Dinar, akoe tiba-tiba merasa apa ya, sedikit sedih ketika mengingat kondisi kami yang terpisah dengan si Ayah dan hanya bisa ketemu seminggu sekali. Hati yang terasa lelah mendadak seperti "ditegur" oleh Allah.. Sungguh ga pantas akoe mengeluh dan bersedih dengan apa yang sedang kami jalani sekarang... Sesungguhnya Allah Maha Adil, kita manusia ga akan mengerti mengapa Ia berikan ujian dan cobaan pada mahlukNya... Jatah kita hanya menjalani apa yang sudah ditetapkan oleh Allah, ga pake ngeluh, ga pake ngomel apalagi menghujat dan mempertanyakan kebijakanNya...

Jadilah akoe bikin tulisan di atas dan kemudian terlelap nyenyak berpelukan dengan Dinar sampe kesiangan besok paginya.. Hehe...


Gambar dari Google
Hmmm, jadi inget akoe punya buku La Tahzan (Jangan Bersedih) beberapa tahun lalu, dan cuma disimpen di dalam kotak kardus. Mau cari ah, dibaca-baca lagi.. Insya Allah ada manfaatnya...

15 Februari 2012

I'am Back!!!

Yuuuuhuuuu,
Apa kabar cemuanyaaaahhh...
Lama ya daku ga nulis di ceritAkoe, mau gimana lagi, sebagai perempuan yang termasuk kategori kesabarannya minim akoe ga tahan nungguin koneksi internet di Labanan yang luar biasa lambat. Terutama di hari-hari terakhir kami di Labanan.. Banyak cerita yang bisa ditulis sih, dibikinin draft di Microsoft Word, tapi setelah diliat-liat lagi kok kayanya jadi ga cucok sama sikon sekarang, rada basi gitu deh... hehe... Sayang sih, tapi daripada dipaksain malah jadi gimanaaaa gitu, mending dipending lagi sampai ketemu momennya yang pas...  Oke pemirsa...???

Cieeee, jadi ceritanya daku mau eksis lagih... Sayang kalo banyak story jadi "terlupakan" begitu saja... Kalau ceritAkoe banyak yang ikutan baca ya silahkeun, tapi intinya tetap agar perjalanan hidup kami sekeluarga bisa terdokumentasikan dengan baik.. Begicuuuhhh...

Jadi, setelah si Ayah datang menyusul dari Samarinda ke Labanan pada tanggal 27 Januari, kami jadi bisa berkumpul lagi deh, berpelukaaaaannnnn... Senangnya.... Sebulan terlama dalam hidup pokoknya perpisahan kami yang kemaren itu, menderita karena ga bisa bertemu untuk berbagi cerita dan rasa... Mudah-mudahan ga terulang lagi dan kami bisa berkumpul syelalyuuuu...


The Best Two of My Life

Sepuluh hari berlalu dengan cepat, dan tanggal 5 Februari 2012 sesuai dengan rencana akhirnya kami pun kembali ke Samarinda meninggalkan Mbah Putri, Mbah Kakung dan Om Tri (adik iparku). Pake acara nangis-nangis dong di bandara, tapi akoe engga tuh, menantu berhati batu sepertinya, huahaha...

Gini lo, bukan karena ga sedih harus berpisah sama mereka yang udah baik banget selama ini sama kami semua, tapi emang dasarnya akoe ga bisa nangis kalo berada dalam suasana melankolis gitu.. Sok-sok tegar, padahal dalam hati ya terenyuh juga...

Alhamdulillah perjalanan lancar dan kami sampai dengan selamat di rumah sekitar jam 1 siang. Dinar juga seperti biasa asik-asik aja selama di pesawat dan di mobil dalam perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda. Kembali lagi ke rutinitas harian di dalam rumah, jadi susah deh mau main bola lagi... Jadinya, sore-sore akoe dengan senang hati ngajak Dinar main bola di halaman Masjid di dekat rumah, abis cuma di situ ada tempat agak lapang  dan aman buat maen... Mana kemaren-kemaren hampir tiap sore ujan, jadi emak mesti lebih kreatif ngajakin Dinar main di rumah supaya lebih aktif bergerak, trus jogging keliling kompleks biar sehat dan ga jadi perawan tambun.. Hehe...

Ih, amit-amit ya nak..
Ntar kalo udah gede, udah sekolah.. Dinar sering-sering nge-gym, sepedaan, berenang sama main futsal ya.. Biar bodi ga melebar karena tumbuh tu ke atas, bukan ke samping... Otreeee...

...Happy Face...

Our Wedding

Our Adorable Princess